One Stop Wedding Services.

Ada Beberapa Pilihan Yang Baik Untuk Anda, Silahkan Menentukan Pilihan Yang Terbaik.

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Minggu, 24 Februari 2019

Prosesi Mappacci Pengantin Bugis Makassar Menjelang Pernikahan


Meskipun budaya ini bukan berasal dari Indonesia, penggunaan henna sudah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia sejak berabad silam. Salah satunya adalah tradisi ber-henna yang dilakukan pada pengantin Bugis Makkasar. Prosesi ber-henna yang dilakukan jelang hari pernikahan ini dikenal dengan istilah mappacci. Henna dengan mudah bisa dibeli di Tokopedia

Wenni Mappaci (Bugis) atau Akkorontigi (Makassar) berarti malam mensucikan diri dengan meletakkan tumbukan daun pacar ke tangan calon mempelai oleh para kerabat. Hal ini diyakini dapat membuat kehidupan rumah tangga langgeng nan bahagia.

Calon Pengantin ingin merayakan pernikahan dengan adat Bugis, bisa menggunakan Paket Pernikahan Lengkap yang bisa dilihat di sini.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu Sahabat Mahligai ketahui soal prosesi mappacci pengantin Bugis Makassar.

1. Siapa saja pihak yang terlibat dalam prosesi ini?

Selain calon mempelai dan juru manten, prosesi mappaci juga melibatkan beberapa pihak yang bertugas menorehkan daun pacar ke jari calon mempelai. Orang-orang yang diminta meletakkan daun pacar adalah orang-orang yang dianggap punya kedudukan sosial yang baik serta memiliki begron rumah tangga langgeng dan bahagia.

2. Di mana prosesi Mappaci digelar?

Prosesi mappacci digelar di rumah masing-masing calon mempelai.

3. Kapan Mappacci digelar?

Lazimnya mappacci digelar pada malam sebelum hari pernikahan.

4. Apa busana yang harus dikenakan?

Calon mempelai wnaita akan memakai baju bodo dengan sarung lipa yang terbuat dari kain penuh benang emas atau perak, namun tanpa perhiasan lengkap. Sementara calon mempelai pria mengenakan jas biasa dengan sarung sutera serta songko pamiring (peci penutup kepala yang dianyam dengan benang emas.

5. Bagaimana prosesi mappacci dilaksanakan?

Prosesi mapacci diawali dengan pembacaan Shalawat Nabi. Kemudian, prosesi peletakkan daun pacar dilakukan oleh anrong bunting (juru rias pengantin yang biasanya juga menjadi juru bicara pengantin) yang kemudian diikuti oleh sanak saudara.

Setelah itu barulah, para undangan dipanggil oleh gadis-gadis pembawa lilin yang menjemput mereka dan memandu menuju pelaminan. Prosesi ritual mappacci pun ditutup dengan peletakan daun pacar oleh kedua orangtua dan ditutup dengan doa.

6. Apa saja perlengkapan yang dibutuhkan pada prosesi Mappaci?

Selain menyiapkan daun pacar itu sendiri, ada pula beberapa perlengkapan yang diperlukan pada prosesi ini. Tiap perlengkapan tersebut mengandung makna baik bagi kedua mempelai.
  • Pucuk pohon pisang yang melambangkan kehidupan berkesinambungan.
  • Daun Nangka beberapa lembar, melambangkan harapan atau cita-cita.
  • Daun Pacci atau daun pacar melambangkan kebersihan dan kesucian.
  •  Lilin ukuran besar yang telah dihias melambangkan penerang dan penyuluh.
  •  Nasi ketan melambangkan persaudaraan yang tidak terpisahkan.
  • Bantal: Diletakkan di depan calon pengantin melambangkan penghormatan atau martabat.
  •  Sarung sutera (lipa sabbe) sebanyak tujuh lembar ditata di atas bantal. Perlengkapan ini melambangkan harga diri, ketenunan, dan kesabaran gadis-gadis Bugis Makassar yang memiliki tradisi menenun sarung sutera.
  • Benno (bennte) merupakan beras yang digoreng tanpa minyak sampai mekar. Perlengkapan ini mengandung harapan agar mempelai mudah rezekinya dan mapan rumah tangganya.
  • Pisang Raja mengandung hikmah agar kedua keluarga, khususnya kedua calon pengantin, memiliki jiwa sabar.
  • Telor Maulid atau Bayar Maudu, sejenis telur yang dimasak dengan diberi warna-warni. Lalu ditusuk dengan semacam tusuk sate dan dihias kertas krep. Setelah itu telor ditancapkan beberapa puluh pada pohon pisang yang dibungkus kertas hijau.
Mappacci sendiri berasal dari kata (pacci) yang berarti daun pacar, sejenis tumbuhan yang dihaluskan untuk memerahkan kuku. Tumbukan daun pacar konon dipercaya memiliki sifat magis dan melambangkan kesucian.  Selain berfungsi sebagai elemen dekoratif pengantin, prosesi pemakaian daun pacar ini juga mengandung makna filosofis tertentu.

Bugis Bugis merupakan salah satu kelompok etnik dari Sulawesi Selatan yang cukup terkenal di Indonesia, terutama karena budayanya. Dalam pernikahan adat Bugis, dikenal prosesi Mappacci yang harus dilakukan calon pengantin wanita di malam menjelang hari pernikahannya. Mirip dengan Malam Bainai dalam tradisi pernikahan Minangkabau, saat Mappacci atau malam pacar, pengantin wanita dipakaikan pacar di kedua tanggannya.

Makna dalam Prosesi Mappacci

Untuk menghias tangan, suku Bugis menggunakan daun pacar (Lawsania Alba) atau daun pacci dalam Bahasa Bugis. Daun pacci menjadi lambang kesucian dan jiwa yang bersih dalam masyarakat Bugis itu sendiri.

Prosesi Mappacci diawali dengan mappanre temme (khatam al-Quran) dan barazanji. Hal tersebut menjadi arti bahwa prosesi Mappacci merupakan upaya dalam pensucian tidak hanya raga namun juga jiwa si calon pengantin.

Tata Cara Mappacci

Pertama-taman, pengantin wanita atau yang dalam Bahasa Bugis biasa disebut padduppa, dijemput menuju pelaminan. Kemudian pengantin dipersilakan duduk berdekatan dengan para pendampingnya. Acara dipimpin oleh orang yang benar memahami pernikahan adat Bugis.
Daun pacci yang telah ditumbuk halus dibentuk bulat, lalu kemudian diletakkan dan diusap ke tangan calon pengantin sambil diiringi doa agar calon mempelai dapat memiliki rumah tangga yang bahagia. Urutan pemakaiannya dimulai dari kanan kemudian ke kiri.

Orang yang diminta memakaikan pacci pada calon mempelai biasanya merupakan orang-orang yang mempunyai kehidupan rumah tangga bahagia dan memiliki kedudukan sosial yang baik. Jumlah orang yang meletakkan pacci pun tidak boleh ditentukan sembarangan. Untuk golongan bangsawan tertinggi jumlahnya 2 x 9 orang (duakkasera dalan bahasa Bugis). Untuk golongan bangsawan menengah sebanyak 2 x 7 orang (duappitu). Sedangkan untuk golongan di bawahnya bisa 1 x 9 atau 1 x 7 orang.

Orang-orang yang telah memberikan pacci biasanya akan diberikan hadiah berupa rokok sebagai tanda penghormatan. Zaman dahulu, masyarakat memberikan sirih lengkap dengan segala isinya sebagai hadiah. Namun, saat ini sudah jarang orang yang memakan sirih sehingga diganti dengan rokok  .


Sumber: http://mahligai-indonesia.com/pernikahan-nusantara/tata-cara-mappacci-ritual-mempercantik-diri-pengantin-bugis-makassar-5341